Minggu, 16 Maret 2014

Mukadimah - Merantau (1)

Mirip judul film laga memang. …Tapi inilah yang saya alami……Dulu semenjak kuliah selalu berpikir bagaimana caranya agar begitu tamat kuliah nanti tidak merepotkan orang tua lagi…..Sebenarnya sih ingin seperti teman2 lain yang saat kuliah sudah berpikir ketika tamat hendak melanjutkan sekolah spesialis apa….Tapi impian itu terlalu jauh untuk saya yang hanya anak pensiunan guru…Sudahlah target tidak merepotkan orangtua pun tidak terlalu buruk menurut saya pribadi…Terbersit keinginan yang kuat untuk ikut program PTT….Pergi ke tempat terpencil, tinggal di puskesmas, mengabdi, mungkin hanya dibayar dengan hasil alam oleh penduduk, listrik mungkin tidak ada, sinyal mungkin tidak ada, tapi dapat tunjangan yang menurut saya pribadi cukup besar, mengingat gaji orang tua saya tidak sebanyak yang ditawarkan oleh program dokter PTT.

Ketika tamat dan sudah dinyatakan lulus UKDi (ujian kompetensi), saya pun memantapkan diri menunggu bukaan lowongan dokter PTT nasional. …Sambil menunggu, saya bekerja di klinik Permata Bunda, sebuah klinik yang awalnya klinik bersalin, dekat dengan rumah saya…Kebetulan pemilik klinik ini adalah teman SD saya yang sekarang sudah jadi apoteker…Beberapa lama di klinik ini mulai timbul kebosanan bekerja di klinik…Jarang sekali menjumpai kasus kegawatdaruratan… Hal yang paling berharga dari klinik ini adalah kita dapat memimpin persalinan…Hal yang tidak mungkin kita temui jika bekerja di klinik-klinik 24 jam biasa.

Kemudian mencoba melamar di beberapa Rumah Sakit swasta yang ada di Gianyar…Rumah sakit Ari Canti dan Rumah Sakit Ganesha menjadi tempat saya menitipkan lamaran kerja….Akhirnya saya dipanggil RS Ganesha dan setelah menjalani interview akhirnya saya diterima bekerja disana…Agak gugup juga pertama kali kerja di Rumah Sakit, mengingat ada supervisi dari dokter spesialis dan jumlah pasien yang meningkat dibanding klinik…Hampir bersamaan dengan diterimanya saya di RS Ganesha, seorang teman yang lebih dahulu bekerja di Sumba menawarkan saya lowongan kerja disana karena ada dokter senior yang resign….Tawaran ini cukup membuat galau….Di satu sisi saya ingin kerja di luar bali, di satu sisi saya baru diterima kerja di RS ini…Singkat kata setelah membicarakan hal ini dengan keluarga, pacar dan direksi dari RS Ganesha akhirnya saya mengiyakan lowongan di Sumba dan secepatnya akan pergi ke Sumba.

26 Januari 2012 mungkin hari yang bersejarah bagi saya….Mungkin juga hari yang menyedihkan untuk orang tua saya maupun pacar saya….Tanggal itu saya berangkat ke Sumba… Sedih rasanya melihat orang tua terutama ibu yang menangis melihat saya akan pergi….Ini pengalaman pertama saya pergi ke luar bali seorang diri, pengalaman pertama menumpang pesawat terbang, pengalaman pertama ke sumba, tanpa ada saudara atau keluarga di daerah yang dituju….Sempat menitikkan air mata juga di ruang tunggu bandara…Hanya bisa berdoa semoga ini jalan terbaik yang bisa saya pilih. 26 januari 2012 adalah hari yang tidak akan saya lupakan. Satu hari yang merubah hidup saya.


perjalanan bali-sumba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar