Senin, 24 Maret 2014

Luka bakar pada anak

Luka bakar bukan hanya disebabkan oleh api…arus listrik, uap panas, air panas, kuah makanan ataupun yang air keras juga dapat menyebabkan luka bakar…dalam postingan kali ini saya focus ke luka bakar yang dapat terjadi di rumah tangga anda dan mengenai anak anda sebagai korban….

sebuah data di Amerika menyebutkan bahwa ribuan anak-anak menderita luka bakar per tahunnya…resiko terbesar dimiliki oleh anak berusia kurang dari 4 tahun…luka bakar dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat, penyembuhan yang lama, meninggalkan jaringan parut pada kulit dan dapat menimbulkan dampak psikologis yang hebat bagi korban….kulit anak lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa, jadi anak lebih terpapar luka bakar dan dapat menimbulkan luka bakar yang cukup dalam….

bila terjadi kasus luka bakar yang menimpa anak anda, anda dapat melakukan tindakan pertama berupa mencuci luka dengan air bersih..bukan dengan es ataupun yang sering saya lihat kebiasaan orang tua mengoleskan odol di tempat luka….setelah luka dicuci kemudian orang tua dapat membawa anak mereka ke pusat kesehatan untuk penanganan lebih lanjut….berikut ini saya sampaikan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah terjadinya luka bakar pada anak

1. Jangan pernah meninggalkan anak anda berada sendirian di dapur maupun kamar mandi

2. Simpan korek api, bensin, minyak tanah dan semua bahan mudah terbakar di tempat yang tidak terjangkau anak

3. Jangan meletakkan makanan atau minuman panas di pinggir meja

4. Jangan pernah menggendong anak sambil membawa makanan tau minuman panas

Rabu, 19 Maret 2014

Appendicitis, radang si usus buntu.

Pernahkah anda merasa nyeri hebat di perut kanan bawah anda?..nyeri yang umumnya didahului oleh nyeri ulu hati…apalagi disertai dengan demam, mual muntah dan hilangnya nafsu makan…mungkin anda sedang mengalami radang usus buntu atau yang dikenal dalam dunia kedokteran sebagai appendicitis akut.

Usus buntu atau istilah kedokterannya appendiks merupakan bagian dari usus yang umumnya terletak di kuadran kanan bawah perut…Peradangan appendiks disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena sumbatan lumen appendiks semisal karena fekalit (feses yang mengeras), tumor appendiks ataupun karena cacing …Selain factor sumbatan, erosi permukaan appendiks akibat parasit seperti E. Hystolitica juga ditengarai sebagai penyebab appendicitis.

Jika ada diantara pembaca yang mengalami keluhan seperti ini sebaiknya segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan…Umumnya dokter akan melakuakan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang seperti cek darah, cek urine lengkap maupun radiologi semisal rontgen perut ataupun usg…Jika memang terbukti appendicitis akut, akan segera dioperasi…Peradangan akut pada appendiks memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.

Perubahan pola hidup seperti diet kaya serat (buah atau sayur) serta minum air putih yang cukup disertai dengan aktifitas tubuh dan pola buang air besar yang rutin dikatakan bisa menurunkan kemungkinan terjadi appendicitis karena mengurangi waktu feses stagnan di usus sehingga mengurangi kemungkinan obstruksi appendiks oleh feses…

Merantau (2) oleh anonymous

Merantaulah...agar kamu tahu bagaimana rasanya rindu dan kemana kau harus pulang.

Merantaulah...engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga

Merantaulah...Engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

Merantaulah...Akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya, pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan

Merantaulah...Engkau akan menghargai tiap detik waktu kau lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kamu pulang ke rumah

Merantaulah...engkau kan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh

Merantaulah...engkau kan lebih mengerti arti sebuah perpisahan

Merantaulah...semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang

Sekali lagi merantaulah...engkau kan tahu kenapa harus pulang dan engkaupun tahu siapa yang akan kau rindu

Minggu, 16 Maret 2014

Mukadimah - Merantau (1)

Mirip judul film laga memang. …Tapi inilah yang saya alami……Dulu semenjak kuliah selalu berpikir bagaimana caranya agar begitu tamat kuliah nanti tidak merepotkan orang tua lagi…..Sebenarnya sih ingin seperti teman2 lain yang saat kuliah sudah berpikir ketika tamat hendak melanjutkan sekolah spesialis apa….Tapi impian itu terlalu jauh untuk saya yang hanya anak pensiunan guru…Sudahlah target tidak merepotkan orangtua pun tidak terlalu buruk menurut saya pribadi…Terbersit keinginan yang kuat untuk ikut program PTT….Pergi ke tempat terpencil, tinggal di puskesmas, mengabdi, mungkin hanya dibayar dengan hasil alam oleh penduduk, listrik mungkin tidak ada, sinyal mungkin tidak ada, tapi dapat tunjangan yang menurut saya pribadi cukup besar, mengingat gaji orang tua saya tidak sebanyak yang ditawarkan oleh program dokter PTT.

Ketika tamat dan sudah dinyatakan lulus UKDi (ujian kompetensi), saya pun memantapkan diri menunggu bukaan lowongan dokter PTT nasional. …Sambil menunggu, saya bekerja di klinik Permata Bunda, sebuah klinik yang awalnya klinik bersalin, dekat dengan rumah saya…Kebetulan pemilik klinik ini adalah teman SD saya yang sekarang sudah jadi apoteker…Beberapa lama di klinik ini mulai timbul kebosanan bekerja di klinik…Jarang sekali menjumpai kasus kegawatdaruratan… Hal yang paling berharga dari klinik ini adalah kita dapat memimpin persalinan…Hal yang tidak mungkin kita temui jika bekerja di klinik-klinik 24 jam biasa.

Kemudian mencoba melamar di beberapa Rumah Sakit swasta yang ada di Gianyar…Rumah sakit Ari Canti dan Rumah Sakit Ganesha menjadi tempat saya menitipkan lamaran kerja….Akhirnya saya dipanggil RS Ganesha dan setelah menjalani interview akhirnya saya diterima bekerja disana…Agak gugup juga pertama kali kerja di Rumah Sakit, mengingat ada supervisi dari dokter spesialis dan jumlah pasien yang meningkat dibanding klinik…Hampir bersamaan dengan diterimanya saya di RS Ganesha, seorang teman yang lebih dahulu bekerja di Sumba menawarkan saya lowongan kerja disana karena ada dokter senior yang resign….Tawaran ini cukup membuat galau….Di satu sisi saya ingin kerja di luar bali, di satu sisi saya baru diterima kerja di RS ini…Singkat kata setelah membicarakan hal ini dengan keluarga, pacar dan direksi dari RS Ganesha akhirnya saya mengiyakan lowongan di Sumba dan secepatnya akan pergi ke Sumba.

26 Januari 2012 mungkin hari yang bersejarah bagi saya….Mungkin juga hari yang menyedihkan untuk orang tua saya maupun pacar saya….Tanggal itu saya berangkat ke Sumba… Sedih rasanya melihat orang tua terutama ibu yang menangis melihat saya akan pergi….Ini pengalaman pertama saya pergi ke luar bali seorang diri, pengalaman pertama menumpang pesawat terbang, pengalaman pertama ke sumba, tanpa ada saudara atau keluarga di daerah yang dituju….Sempat menitikkan air mata juga di ruang tunggu bandara…Hanya bisa berdoa semoga ini jalan terbaik yang bisa saya pilih. 26 januari 2012 adalah hari yang tidak akan saya lupakan. Satu hari yang merubah hidup saya.


perjalanan bali-sumba